Dalam bahasa Korea, hanja untuk Tae berarti “menendang atau menghancurkan dengan kaki”; Kwon berarti “tinju”; dan Do berarti “jalan” atau “seni”. Jadi, Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai “seni tangan dan kaki” atau “jalan” atau “cara kaki dan kepalan”. Di dalam tae kwon do ada dua jenis cabang yang diperlombakan yaitu kyorugi (fighting) dan poomsae (gerakan jurus).
Tujuan ekstrakurikuler taekwondo yakni membentuk siswa dari segi kognitif, afektif, dan psikomotor. Segi kognitif meningkatkan dan memantapkan pengetahuan siswa, sehingga siwa memiliki pengetahuan yang lebih luas tentang olahraga taekwondo. Pada segi afektif yaitu pembinaan pribadi siswa agar memiliki sikap, disiplin, jujur, senang, sportif dan memiliki hubungan yang baik dalam kehidupan manusia. Segi psikomotor siswa memiliki keterampilan dan kemampuan berolahraga dan berprestasi.
Kegiatan ekstrakurikuler taekwondo itu sendiri sebagai wadah penyaluran hobi, minat, dan bakat para siswa secara positif yang dapat mengasah kemampuan, daya kreativitas, jiwa sportivitas dan
meningkatkan rasa percaya diri. Lebih baik lagi bila mampu memberikan prestasi gemilang sehingga dapat mengharumkan nama sekolah dan membanggakan orang tua.

Kategori: Taekwondo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *